Reaksi Masyarakat Garut Selatan Soal NII

Wawancara dengan Ketua PC NU

Berita Terbaru556 Dilihat
banner 468x60
KH. Drs, A. Abdul Wahid

DINAMIKA – Permasalahan Radikalisme dan Intoleransi di Kabupaten Garut semakin hari semakin menghawatirkan terutama dengan pergerakan Kelompok Islam Baiat atau yang lebih dikenal dengan Negara Islam Indonesia (NII).

Menyoal pernyataan salah satu warga wilayah Garut Selatan, Asep Saefulmillah yang menimbulkan polemik di masyarakat, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Garut KH. Drs, A. Abdul Wahid bukla suara.

banner 336x280

Saat di temui di Acara Pengajian Bulanan PCNU di Mesjid Agung Garut, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Garut menyebutkan,  pernyataan Asep Saefulmillah merupakan bentuk kekhawatiran dan kepedulian terhadap fenomena yang terjadi, Kamis (23/11/2023).

Baca Juga : ALMAGARI Tegas Dukung DOB Garut Selatan

“Asep Saefulmillah pernah menjadi bagian dari Kelompok tersebut sehingga sangat memahami tentang apa yang terjadi sebenarnya dan kebenaran harus di ungkapkan apapun resikonya demi kemaslahatan umat,” ungkap Kiai yang akrab disapa Ceng Wahid ini.

Begitu juga pernyataan Katib Syuriah PCNU Garut KH. Drs. Samhari yang mengatakan, dirinya sangat menghargai dan mengapresiasi atas keberanian dan kejujuran  Asep Saefulmillah.

“Bahkan kami menghimbau dan mengajak kepada masyarakat untuk tidak menjadi bagian dari Kelompok Islam Baiat /NII, karena MUI Garut sendiri telah mengeluarkan Fatwa sesat terhadap pemahaman tersebut,” katanya.

Baca Juga : GARAPP Desak Pemerintah Hentikan Pembangunan Pabrik PT.SII

Samhari beralasan, karena ajaran dan pemahaman Islam Baiat/NII merugikan masyarakat terkait syariat , ekonomi, sosial, terutama masalah aqidah beragama.

“Islam baiat/NII ini menganggap di luar kelompok nya adalah kafir dan tentang konsep kenegaraan yang menganggap bahwa Negara ini Thogut karena belum berdasarkan Syariat Islam sehinggaa menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” pungkasnya. (***)

banner 336x280