DKKG Desak Pemkab Segara Keluarkan Regulasi Tentang Kebudayaan

Berita Terbaru116 Dilihat
banner 468x60
Gambar Ilustrasi

DINAMIKA – Kebudayaan adalah harta tak ternilai yang mencerminkan kekayaan sejarah dan identitas suatu masyarakat.

Pemajuan kebudayaan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat setempat, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari berbagai pihak.

banner 336x280

Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) sebagai regulator dan implementator Pemajuan Kebudayaan telah banyak mengeksplorasi berbagai bentuk dukungan memajukan kebudayaan lokal.

Baca Juga : Atas Nama Penyerapan Tenaga Kerja, Pemkab Garut Abaikan Aturan Perundangan

Salah satunya adalah Festival Kabuyutan Garut tahun 2023 yang diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 1 sampai 3 Desember 2023.

Di sisi lain, Pemerintah Daerah juga memiliki peran kunci dalam membentuk kebijakan budaya yang mendukung pengembangan seni, tradisi, dan warisan lokal melalui regulasi.

Terkait hal tersebut, ketua DKKG, Irwan Hendrasyah, S.E. buka suara dalam wawancaranya usai acara Festival Kabuyutan Garut tahun 2023, di Gedung Art Center, Jalan Proklamasi, Garut, Jawa Barat, Ahad (03/12/2023).

Baca Juga : Komunitas Awi Cakra Dukung Tumbuh Kembang Budaya dan Kreativitas

“Ini mencakup alokasi anggaran, pembentukan lembaga budaya, dan peningkatan aksesibilitas terhadap program budaya di Kabupaten Garut,” ungkapnya.

Sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan lainnya menurut Ketua DKKG harus berkontribusi pada pemajuan kebudayaan daerah melalui integrasi unsur-unsur lokal dalam kurikulum, mendukung penelitian tentang budaya lokal, dan melibatkan siswa dalam kegiatan seni tradisional.

“Perusahaan swasta dapat memberikan dukungan finansial melalui sponsor atau kemitraan dalam proyek-proyek seni dan budaya. Kemitraan ini tidak hanya menguntungkan pihak swasta, tetapi juga memperkaya kehidupan budaya di Kabupaten Garut,” jelasnya.

Baca Juga : Erupsi Gunung Marapi, Sebanyak 47 Pendaki Terdampak

Media lokal juga memiliki peran dalam mempromosikan dan melestarikan kebudayaan daerah. Program televisi, radio, dan surat kabar lokal dapat menjadi sarana efektif untuk membagikan cerita dan kegiatan budaya kepada masyarakat lebih luas.

“Kelompok seniman dan komunitas budaya memiliki dampak besar dalam pemajuan kebudayaan daerah. Mereka dapat menyelenggarakan pameran seni, festival budaya, dan lokakarya untuk memperkuat apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya,” cetusnya.

Industri pariwisata berbasis budaya juga dapat memberikan dorongan ekonomi untuk daerah tersebut sambil mempromosikan dan melestarikan tradisi setempat.

Baca Juga : Erupsi Gunung Marapi, Sebanyak 47 Pendaki Terdampak

“Pengembangan destinasi pariwisata yang memperkenalkan budaya daerah dapat menjadi sumber pendapatan tambahan,” jelas lelaki yang akrab disapa Kang Jiwan ini.

Begitu pula organisasi nirlaba dan individu, donatur dapat memberikan dana atau bantuan lainnya untuk proyek-proyek budaya. Ini termasuk restorasi situs bersejarah, dokumentasi tradisi lisan, atau penyelenggaraan acara budaya.

Dukungan dari berbagai pihak adalah kunci dalam memajukan kebudayaan daerah. Melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, swasta, media, komunitas seni, dan sektor pariwisata membentuk ekosistem yang kokoh untuk mendukung dan merawat warisan budaya.

Baca Juga : Raih Juara Semua Kategori, Kado Terindah di Penghujung Tahun

“Dengan adanya sinergi ini, kita dapat merajut visi bersama untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah, menciptakan suatu warisan yang berharga bagi generasi mendatang,” tandas Jiwan.(***)

banner 336x280