Jemput Paksa DPO Terpidana Narkotika Dari Malaysia

Berita Terbaru611 Dilihat
banner 468x60
Poto Istimewa

DINAMIKA –  Tim Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Negeri Tarakan dan Kejaksaan Negeri Nunukan, melakukan penjemputan terhadap Terpidana Johansyah bin Darwin alias Bagong.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Dr. Ketut Sumedana menyebutkan dalam keterangan persnya.

banner 336x280

Sumedana menyebutkan, serah terima Terpidana dari pihak berwenang Malaysia dilaksanakan di atas kapal di Pelabuhan Tawau Negara Bagian Sabah, Malaysia, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga : Waspada Pneumonia, Kemenkes Minta Semua Jajaran Kesehatan Siaga

“Adapun Terpidana Johansyah bin Darwin alias Bagong merupakan Terpidana perkara tindak pidana narkotika yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada Kejaksaan Negeri Tarakan,” sebut Sumedana.

Tersangka kemudian ditangkap oleh pihak berwenang di Tawau karena melanggar keimigrasian negara Malaysia.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tarakan Nomor: 68/Pid.Sus/2020/PN.Tar tanggal 07 Juli 2020 Jo. Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1330/K/Pid.Sus/2021 tanggal 09 Juni 2021, Terpidana Johansyah bin Darwin als Bagong dijatuhi hukuman pidana penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar subsidair 2 bulan penjara.

Baca Juga : Bawaslu Garut Berikan Pembinaan Kepada Panwascam 

Sebagai tindaklanjut atas informasi penangkapan Terpidana, Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri selaku Focal Point pemulangan buronan yang berada di luar negeri, telah berkoordinasi secara intensif dengan Kejaksaan Negeri Tarakan dan NCB-Interpol Indonesia serta Konsulat RI di Tawau untuk proses pemulangan Terpidana.

“Selanjutnya, Terpidana Johansyah bin Darwin als Bagong dibawa menggunakan Kapal berbendera Indonesia untuk dilakukan eksekusi di Lembaga Pemasyarakatan Nunukan guna menjalani hukuman pidana,” tutupnya. (***)

banner 336x280