Di Era ST Burhanuddin, Kejagung Sukses Amankan 629 DPO

Hukum, Nasional435 Dilihat
banner 468x60
S.T. Burhanuddin

DINAMIKA – Sepanjang 23 Oktober 2019 sanpai dengan 26 November 2023, Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Agung bersama Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri telah melaksanakan kegiatan pengamanan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Dr. Ketut Sumedana merilis rekapitulasi Pengamanan DPO yang berhasil ditangkap, Minggu (26/11/2023).

banner 336x280

Baca Juga : Siapa Sebarkan Hasil Pertemuan Santika?

Sumedana menyebutkan, telah dilakukan pengamanan sebanyak 629 orang dengan jumlah sebagai berikut:

  • 23 Oktober s/d 31 Desember 2019: 28
  • 1 Januari s/d 31 Desember 2020: 138
  • 1 Januari s/d 31 Desember 2021: 149
  • 1 Januari s/d 31 Desember 2022: 181
  • 1 Januari s/d 24 November 2023: 133

“Jumlah total DPO tersebut terdiri dari buronan Tindak Pidana Umum, Tindak Pidana Korupsi atau Tindak Pidana Khusus lainnya,” tulis Sumedana.

Kemudian dari keseluruhan DPO yang telah diamankan, terdapat satu DPO yang telah menimbulkan kerugian negara terbesar yaitu atas nama Terpidana Ahmad Riyadi alias Adi Widodo asal Kejaksaan Tinggi  DKI Jakarta.

Baca Juga : Kejagung Periksa Saksi-saksi Terkait Perkara TWP AD

“Adapun yang bersangkutan merupakan Terpidana korupsi yang telah ditetapkan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1558K/PID/2005 tanggal 27 Maret 2006,” ungkap Sumedana.

Terpidana Ahmad Riyadi alias Adi Widodo telah secara bersama-sama sebagai orang yang melakukan, turut serta melakukan atau menyuruh melakukan, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

“Atas perbuatannya, Badan Usaha Milik Negara PT Bank Mandiri KCP Jakarta Prapatan mengalami kerugian senilai Rp. 120 miliar rupiah,” jelasnya.

Baca Juga : Ceng Mujib Digadang-gadang Calon Terkuat Bupati Garut

Turut menjadi perhatian, Jaksa Agung dalam berbagai kesempatan selalu menekankan kepada jajaran Kejaksaan, untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum.

Selain itu, Jaksa Agung juga mengimbau kepada seluruh buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada satu pun tempat bersembunyi yang aman bagi pelanggar hukum. (***)

banner 336x280