Bea Cukai Lakukan Sosialisasi dan Pemusnahan Rokok Ilegal

banner 468x60

DINAMIKA – Upaya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya Kantor Bea dan Cukai Tasikmalaya melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang bea cukai di Pendopo Kabupaten Garut. Kamis  (14/12/2023).

Bea Cukai juga melakukan pemusnahan barang yang menjadi milik negara hasil penindakan di bidang cukai dan ribuan liter miras ilegal di wilayah Priangan Timur.

banner 336x280

Kepala Kantor Bea dan Cukai Tasikmalaya, Elly Safrida menyatakan, hal ini sebagai upaya Bea Cukai dalam menjalankan fungsi melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal.

“Juga menciptakan kondisi perekonomian yang adil bagi para pelaku usaha terus dilakukan secara konsisten lewat serangkaian kegiatan penegakan hukum,” ungkap Elly.

Elly menyebutkan, Bea Cukai melakukan pemusnahan 3.795.812 (tiga juta tujuh ratus sembilan puluh lima ribu delapan ratus dua belas) batang rokok dan 2.815,17 (dua ribu delapan ratus lima belas koma tujuh belas) liter miras ilegal.

“Hal ini hasil penindakan Kantor Bea dan Cukai Tasikmalaya periode semester 2 tahun 2022 sampai dengan semester 1 tahun 2023 ini,” sebutnya.

Dilaksanakan berdasarkan persetujuan pemusnahan oleh Menteri Keuangan melalui Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara DJKN dan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tasikmalaya.

“Total nilai barang hasil penindakan yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp 4.869.332.840 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 2.764.545.708 ,” katanya.

Pemusnahan ini juga merupakan tindak lanjut atas kegiatan pengawasan Kantor Bea Cukai Tasikmalaya yang senantisasa bersinergi dengan instansi lainnya.

Elly Safrida menambahkan, selain pengawasan peredaran barang kena cukai ilegal yang dilakukan secara mandiri oleh Kantor Bea Cukai Tasikmalaya, juga bersama-sama dengan enam Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja di wilayah Priangan Timur.

“Yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran beserta seluruh aparat penegak hukum lainnya berkomitmen untuk terus bekerjasama dalam melindungi masyarakat dari ancaman bahaya rokok ilegal dan dampak negatifnya.” ujarnya.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku perdagangan rokok ilegal dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok ilegal terhadap kesehatan dan penerimaan negara.

“Selain itu, Bea Cukai senantiasa mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mendukung kegiatan pemberantasan barang kena cukai ilegal secara aktif dan kontinyu,” imbuhnya.

Elly berseru, jika menemukan informasi pelanggaran kepabeanan dan cukai, masyarakat diimbau untuk dapat menghubungi Bea Cukai melalui pusat kontak layanan resmi 1500225 atau kontak layanan Bea Cukai Tasikmalaya melalui kontak 08112002321. (***)

banner 336x280